Blog

Peresean, Pertarungan Suku Sasak Lombok

Peresean, Pertarungan Suku Sasak Lombok

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Dulu, ketika Lombok masih berbentuk kerajaan, pemuda yang ingin bergabung menjadi prajurit, harus mengikuti pertandingan Peresean. Pertandingan ini adalah adu kekuatan dan ketangkasan antar pemuda di wilayah Kerajaan Mataram.

Sekarang, Peresean bukan lagi ajang untuk mencari prajurit, melainkan sebuah suguhan budaya yang sayang untuk dilewatkan. Biasanya, peresean ditampilkan sebagai persembahan untuk tamu, atau bagian dari festival tertentu. Di daerah-daerah tertentu, Peresean juga ditampilkan saat perayaan kemerdekaan tanggal 17 Agustus.

Petarung yang disebut pepadu, adalah pemuda yang dipilih oleh pekembar (sang pemilih), yang merupakan pepadu senior. Setelah ditentukan, mereka akan mengenakan kain tradisional, udeng dan bertelanjang dada. Pertarungan diadakan di lapangan terbuka dan ditonton oleh banyak orang.
Di pertarungan Peresean, tidak perlu senjata tajam untuk adu kemampuan. Para pepadu menggunakan pecut yang terbuat dari rotan dan tameng kayu berlapis kulit sapi yang disebut ende. Walaupun terkesan sederhana, Peresean merupakan pertarungan agresif yang bisa membuat pesertanya luka-luka.
Kalau pertandingan sudah dimulai dan salah satu pepadu mulai menyerang, penonton akan bersorak-sorai. Jika serangan dianggap terlalu agresif, wasit yang disebut Pekembar Tengah akan memisahkan.

Selama pertarungan, Peresean diiringi musik tradisional yang disebut Gending Peresean yang terdiri dari 3 bagian. Pertama, gending rangsang, yaitu saat pakembar mencari petarung dan lawan tanding. Kedua, gending mayuang, yaitu gending pertanda dua orang pepadu telah siap. Ketiga, gending beradu yang tujuannya membangkitkan semangat para pepadu sampai pertarungan usai.

Pertandingan diakhiri jika sudah ada pepadu yang mengeluarkan darah atau yang mendapat skor paling tinggi. Skor dihitung berdasarkan pecutan yang mengenai anggota tubuh tertentu sang lawan. Selesai pertandingan, para pepadu harus saling memeluk. Pertanda tidak ada dendam antara kedua petarung. Pepadu yang terluka pun segera diobati oleh tim medis yang bertugas di sekitar arena Peresean. (Sumber : www.wego.co.id)

Get Free Email Updates!

Signup now and receive an email once I publish new content.

I will never give away, trade or sell your email address. You can unsubscribe at any time.

Related Post